bersama mereka kuukir perjalanan

Minggu, 18 Maret 2012

Artikel : Sumpah Pemuda tak Sekedar Sumpah Sampah"


Sumpah Pemuda Tak Sekedar Sumpah Sampah!
Oleh: Indri Prasetya Wati
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia,mengakoe berbangsa jang satoe,bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean,
bahasa Indonesia.

Indonesia adalah bangsa yang multikultur. Bangsa yang menjunjung tinggi perbedaan. Ketika perbedaan itu mengatas namakan agama, kepercayaan, suku, budaya, adat, perbedaan fisik ataupun pandangan politik, Indonesia tetaplah milik kita. Diatas perbedaan tersebut Indonesia merdeka. Dengan segala perbedaan itu Indonesia menjadi satu kesatuan bangsa. Menyatukan segala macam perbedaan untuk merujuk pada satu tujuan memang tidak mudah.  Dengan Sumpah Pemuda 1928, Indonesia berdiri diatas segala perbedaan yang ada. Sumpah Pemuda telah mengikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. 
Sumpah setia 1928 ini dilahirkan pada Kongres Pemuda II muncul dari Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda II yang berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Rapat Pertamanya dilaksanakan pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng, Jakarta. Sedangkan Rapat kedua dilaksanakan pada 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop dengan agenda membahas masalah pendidikan. Pada sesi berikutnya, sebelum penutupan kongres, untuk pertama kalinya diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman. Dari peristiwa inilah bahasa Indonesia dijunjung tinggi sebagai bahasa persatuan bangsa.
Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kita dibangun diatas suatu pondasi yang bernama “perbedaan”, baik perbedaan agama, ras, suku, kebudayaan, kepulauan, maupun latar belakang kehidupan kita. Sumpah pemuda adalah suatu komitmen yang menjadi suatu pencerahan untuk menuju kemerdekaan Indonesia. Sebagai tonggak nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat.

Dengan Sumpah Pemuda, para pendiri bangsa hendak meyakinkan generasi penerusnya bahwa perbedaan yang dimiliki bangsa ini adalah kekuatan dahsyat untuk mengusir penjajah. Sumpah Pemuda menegaskan ikrar kebangsaan bermuara pada kemerdekaan bangsa. Inspirasi penting Sumpah Pemuda menegaskan perjuangan bernuansa kedaerahan yang terpecah belah tidak akan mampu membulatkan tekad mengusir penjajah. Namun masih pahamkah generasi muda sekarang, pemuda-pemudi Indonesia akan eksistensi dari Sumpah Pemuda itu sendiri? Atau masih ingatkah mereka dengan isi dari ikrar sumpah pemuda?.
Menurut Rizka, salah satu mahasiswa Sastra Inggris UGM, “Sumpah pemuda adalah suatu komitmen pemuda Indonesia jaman dulu untuk menyatukan Indonesia. Tidak memandang lagi apa warna kulit kita, apa agama dan kepercayaan kita, apa suku kita, yang penting kita adalah masyarakat Indonesia dan bagian dari bangsa Indonesia. Namun di era sekarang jarang sekali pemuda bangsa yang memahami betapa pentingnya sumpah pemuda itu. Menghafal ikrarnya saja hanya di jenjang SD”. Sedangkan menurut penuturan salah satu mahasiswa UNY jurusan Ilmu Sejarah,”Sumpah pemuda adalah titik balik dari gejolak jiwa para pemuda untuk berkontribusi dalam kemerdekaan”.
Menanggapi pendapat diatas, memang benar faktanya jika generasi muda sekarang masih belum menganggap penting kedasyatan dari Sumpah Pemuda. Mungkin sebagian dari kita lupa bahwa tiap tanggal 28 Oktober kita memperingati hari Sumpah Pemuda dan mungkin sebagian dari kita juga sudah lupa bagaimana bunyi Sumpah Pemuda. Sungguh ironis memang jika melihat fenomena tersebut, apalagi status kita sebagai warga negara Indonesia. Padahal banyak makna positif yang dapat kita ambil dari peristiwa Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda tak sekedar sumpah sampah. Dibalik itu Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat mendalam bagi bangsa ini, sumpah pemuda berisi ikrar bersatunya dan disatukannya tunas-tunas bangsa oleh kesamaan tanah air, bangsa dan bahasa.  Ini mengingatkan kembali jati diri kita sebagai bagian dari NKRI yang harus senantiasa menjaga dan mempertahankan NKRI dari segala macam tantangan, ancaman maupun krisis.
Sumpah Pemuda membawa berita baik bahwa sampai saat ini kita masih disatukan oleh tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Persatuan dan Kesatuan merupakan langkah dasar kemajuan suatu bangsa. Sudah selayaknya kita bangun persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkan nasionalisme dalam jiwa-jiwa muda, serta turut serta dalam pembangunan kemaslahatan bangsa. Sumpah pemuda hanya bisa dihayati dan ditaati jika semua merasa mendapat perlakuan yang adil.
Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua, bahwa di Indonesia tidak boleh ada golongan yang merasa ditindas, dianaktirikan, dikucilkan, atau diabaikan. Sumpah Pemuda harus melahirkan keadilan bagi semua dan tidak ada perbedaan. Sekarang ini, setelah bangsa kita sudah merdeka, Sumpah Pemuda masih menjadi perekat yang ampuh menyatukan segala macam perbedaan.
Indonesia adalah bangsa untuk semua golongan, bukan terkotak-kotak untuk lapisan tertentu. Sudah waktunya kita membangunkan jiwa-jiwa pengorbanan yang selama ini tenggelam. Indonesia butuh pemuda yang mengibarkan panji-panji Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, kita perlu berjuang terus bersama-sama demi kepentingan seluruh rakyat, demi kesejahteraan dan kedamaian berbagai golongan suku, keturunan, agama, dan aliran politik.
Tugas utama kita adalah menyalakan kembali gelora semangat Sumpah Pemuda yang nyaris padam.
Bangkitlah Indonesia. Bangkitlah jiwa-jiwa yang terluka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pages